abumundzir’s blog

Keindahan dibalik pengharaman makanan

Oleh : Abu Bakar al-Atsari

makanan1

Hidangan Makanan

Allah subhanahu wa ta’ala telah memerintah para utusan-Nya sekaligus menetapkannya bagi umat Islam agar berusaha mengkonsumsi segala sesuatu yang halal dan baik yang diberikan Allah subhanahu wa ta’ala dimuka bumi ini. Hal itu karena makanan dan minuman sangat berpengaruh kepada perkembangan jasad dan rohani seseorang.

Manakala seseorang tidak selektif dalam memilih apa yang masuk ke dalam tubuhnya, maka setan pun akan ikut mengambil bagian bahkan menguasainya.

Oleh sebab itulah Allah subhanahu wa ta’ala mengharamkan beberapa makanan dan minuman atas hamba-Nya. Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan sifat Rosul-Nya Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam:

….dan menghalalkan bagi mer eka segala sesuatu yang baik, dan mengharamkan bagi mereka semua yang buruk.(QS.al-A’rof [7]:157)

Seluruh makanan yang bermanfaat untuk fisik dan mental manusia diperbolehkan untuk dimakan, dan semua konsumsi yang membahayakan tubuh, akal dan mental diharamkan oleh syari’at yang mulia ini.

Diantara sebab-sebab syari’at Islam mengharamkan beberapa makanan adalah :

  1. Membahayakan badan dan akal , seperti bangkai, darah, binatan buas, binatang yang beracun, babi, dan binatang yang cakarnya digunakan untuk memangsa. Allah Ta’ala berfirman:

…Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas kecuali yang sempat kamu sembelih, dan (diharamkan bagimu binatang ) yang di sembelih untuk berhala. Dan (diharam kan juga)mengundi nasib dengan anak panah karena hal itu adalah kefasikan. (QS. Al-Maidah {5}: 3)

Penulis tafsir al-Manar berkata: ‘’Allah mengharamkan daging babi karena ia termasuk binatang kotor, dan makanan yang paling disukainya adalah kotoran dan najis. Hewan ini berbahaya di semua daerah, sebagaimana telah terbukti. Dan mengkonsumsi dagingnya dapat menyebabkan terserang cacing pita. Babi juga dikatakan berpengaruh jelek pada kesopanan dan ‘insting’ seseorang.’’ (Tafsir Al-Manar 2/98).

  1. Menyebabkan hilangnya akal, kelemahan, dan halusinasi, misalnya minuman keras, narkoba, termasuk rokok. Rokok hukumnya haram seperti miras dan narkoba, karena seluruh fakto-faktor keharamannya telah terpenuhi. Diantaranya:

a. Dapat menyebabkan melemahnya daya tahan dan kekebalan tubuh, padahal Allah ‘Azza wajalla melarang kita untuk mencelakakan diri sendiri. Allah Ta’ala berfirman :

….Dan janganlah kamu membunuh diriimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (QS. An-Nisa’ {4}: 29)

b. Semua manusia yang akalnya masih sehat, serentak akan mengatakan bahwa rokok bukanlah termasuk sesuatu yang baik, sedangkan Allah berfiman:

….Dan mengharamkan bagimereka sesuatu yang buruk. (QS. al- A’rof {7}: 157)

c. Rokok mengandung zat-zat yang sangat berbahaya, seperti nikotin , ter dan senyawa lainnya yang dapat menyebabkan kanker paru-paru, sedangkan nabi bersabda:

’’Tidak boleh mencelakakan diri sendiri maupun orang atau makhluk lain.’’ (HR. Ad.- Daroquthni 3/77, Hakim 2/57dan al-Baihaqi 6/69)

d. Menyia-nyiakan harta, yang mana hal itu dibenci Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam (lihat hadits Bukhori 1477). Tidak ada perbedaan antara membuang uang dilaut dengan membakarnya.

e. Mempercepat masa menopause bagi wanita, sebagaimana dilansir di beberapa media pada eksperimen 35oo wanita.

  1. Karena makanan tersebut najis atau terkena najis, misalnya hewan jallalah (hewan yang kebanyakan makanannya adalah kotoran/najis, seperti lele yang dibesarkan di bak WC). Dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma ia berkata: ’’Rosulullah shalallahu ‘alaihi wassalam melarang dari memakan (binatang) jallalah dan susunya.’’ (HR. Abu Dawud 3767 dan dishohihkan oleh Syaikh Albani). Hewan-hewan tadi baru boleh dimakan setelah di karantina minimalnya selama 3 hari dan diberi makan dengan sesuatu yang suci. (Lihat al-Irwa’ no . 2504)
  2. Karena makanan tersebut dianggap menjijikkan oleh orang yang tabiatnya masih bagus, seperti kotoran hewan, kutu, kencing dan yang lainnya.
  3. Cara memperolehnya dengan cara yang haram, seperti merampok, mencuri, berjudi, korupsi, berzina, meramal, profesi dukun, hasil usaha riba, dan yang lainnya. Allah Ta’ala berfirman:

Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil. (QS. Al-Baqoroh {2}: 188)

Dari Abi Mas’ud al-Badri radhiyallahu’anhu, ia berkata : ‘’Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam melarang dari hasil jual beli anjing, pelacuran dan perdukunan.’’

PENGARUH MAKANAN YANG TIDAK BAIK

Tidak dipungkiri bahwa sebagian tabiat dan watak manusia dibentuk dari makanan yang ia konsumsi,. Makanan akan diolah menjadi darah, dan darah akan membentuk daging, Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

Tidak akan masuk surga tubuh yang diberikan makan dengan yang haram. (HR. Abu Ya’lan 1/29, silsilah ash-Shohihah no. 2609)

Makanan yang jelek akan menghalangi terkabulnya do’a, sebagaimana di kisahkan Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam tentang seorang laki-laki yang sedang safar lalu mengangkat kedua tangannya seraya berdo’a. Dan telah di maklumi bahwa kondisi safar termasuk salah satu terkabulnya do’a. Namun kerena makanannya dari yang haram, maka do’anya tidak di kabulkan oleh Allah Ta’ala. Begitulah Islam mengatur manusia sampai perkara-perkara yang detail sekalipun. Adakah yang lebih indah dari ajaran Islam…?? Wallohul Muwafiq.

Sumber : Majalah al-Mawaddah edisi ke-9 tahun ke-2 1430 H/April 2009

April 19, 2009 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: