abumundzir’s blog

Hukum Menamai Negeri Yahudi Dengan “Israel” Bagian II

hukum menamai negeri yahudi II

Oleh: Syaikh Al-Allamah Prof. Dr. Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali

Kunci Kemenangan Kaum Muslimin

Maka hendaknya kaum muslimin mempersiapkan diri-diri mereka secara aqidah dan manhaj, dengan berangkat dari kitab Robb mereka dan sunnah nabi mereka serta jalan yang ditempuh oleh Rosulullah sholallahu ‘alaihi wassalam dan para sahabatnya rodhiyallahu’anhu dan jalan yang ditempuh para pengikut mereka dalam kebaikan dari para tabi’in terbaik dan para imam petunjuk dan agama; karena sesungguhnya inilah wasilah (sarana) paling agung untuk kemenangan kaum muslimin atas musuh-musuh mereka, dan wasilah paling agung bagi keluhuran nilai kaum muslimin, kebahagiaan mereka, dan kemuliaan didunia dan diakherat [6] .

Hendaknya mereka bersihkan tangan-tangan mereka dari hawa-hawa nafsu, bid’ah-bid’ah, dan ta’ashshub (fanatisme) terhadap kebatilan dan pemiliknya. Kemudian, hendaknya mereka berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mempersiapkan diri secara materiil dari berbagai macam persenjataan dan hal-hal yang berhubungan dengannya serta kewaspadaan dan latihan militer, sebagaimana diperintahkan oleh Allah dan Rosul-Nya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَأَعِدُّوْا لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّاللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ…{٦٠} سُورة الأنفال

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah dan musuh kalian. (QS. al-Anfal [8]: 60)

“kekuatan” didalam nash diatas meliputi setiap kekuatan yang menggentarkan musuh dari berbagai macam persenjataan. Rosulullah sholallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Ketahuilah sesungguhnya kekuatan itu adalah melempar, ketahuilah sesungguhnya kekuatan itu adalah melempar, ketahuilah sesungguhnya kekuatan itu adalah melempar” [7]

Dan “melempar” disini meliputi semua senjata yang dilempar, semuanya ini wajib diusahakan dengan industri atau jual beli, atau dengan cara yang lainnya.

Bagaimana Celaan Dan Cercaan Diarahkan Kepada Seorang Nabi??!!

Sekali lagi…aku sangat heran, peletakan nama nabi yang mulia ini atas sebuah negeri yang brengsek dan umat yang membuat kedustaan, dikatakan tentang mereka dan tentang berita mereka dan tentang celaan kepada mereka: “Israel” dan “negeri Israel”, seakan-akan bahasa arab yang luas telah sempit bagi mereka sehingga tidak dijumpai dalam bahasa arab kecuali nama ini..!! Kemudian apakah mereka merenungi perkara ini didalam diri-diri mereka: Apakah perkara ini membuat keridhoan Allah atau Rosul-Nya?

Apapun perkara ini membuat keridhoan Nabiyulllah Israel (Ya’qub) atau membuat dia tidak suka seandainya dia hidup? Tidaklah mereka mengetahui bahwasanya celaan dan cercaan yang mereka arahkan kepada orang-orang Yahudi atas nama Israel akan berpaling menuju kepadanya dalam keadaan mereka tidak merasakan; dari Abu Huroiroh bahwasanya Rosulullah sholallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Tidakkah kalian heran bagaimana Allah memalingkan aku dari cacian orang-orang Quraisy dan laknat mereka, mereka mencaci seorang yang tercela dan melaknat seorang yang tercela dalam keadaan aku adalah Muhammad (yang terpuji).” (Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad-nya 2/244, Bukhori dalam Shohih-nya: 3533, dan Nasa’i dalam Sunan-nya 6/159, dan diriwayatkan juga oleh Humaidi dalam Musnad-nya 2/481 dan Baihaqi dalam Syu’abul Iman 2/142).

Maka bagaimana kalian palingkan celaan kalian, laknat kalian dan cercaan kalian terhadap musuh-musuh Allah (lantas kalian arahkan) kepada sebuah nabi yang mulia dari para anbiya’ dan para rosul manusia-manusia pilihan Allah?!

Syubhat Dan Jawabannya

Maka kami katakan: Bukanlah hal yang jauh, bahwa ini termasuk tahrif-tahrif (penyelewengan-penyelewengan) ahli kiab, sebagaimana Allah mempersaksikan mereka bahwasanya mereka mentahrif kitab yang ada di tangan-tangan mereka dan kemudian mengatakan bahwa ini dari Allah [8], bahkan didalam kitab Taurat yang telah diselewengkan terdapat tuduhan terhadap para nabi dengan kekufuran dan hal-hal yang keji, maka bagaimana mungkin berargumen dengan apa yang tercantum dalam kitab mereka ini padahal kitab mereka seperti ini keadaannya?!

Penutup

Akhirnya kita berdo’a kepada Allah agar memberi taufiq kepada kaum muslimin semuanya kepada hal yang dicintai dan diridhoi-Nya dari perkataan dan perbuatan. Sesungguhnya Allah mendengar dan mengabulkan do’a.

(dari Ain Salsabil min Ma’ini Imamil Jarhi wa Ta’dil oleh www.islamspirit.com)

Footnote:

Dinukil dari majalah al-Furqon edisi 7 tahun VI dengan perubahan seperlunya.

[6] Rosulullah sholallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Jika kalian telah berjual beli dengan cara ‘inah, disibukkan oleh ternak dan tanaman, dan kalian tinggalkan jihad di jalan Allah, maka Allah akan menimpakan kehinaan kepada kalian, Allah tidak akan mencabut kehinaan itu dari kalian sampai kalian kembali kepada agama kalian.” (Diriwayatkan oleh Abu Daud dalam Sunan-nya: 3462, Baihaqi dalam Sunan Kubro 5/316, dan Thobroni dalam Musnad Syamiyyin hal. 464, dan dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah Shohihah:11)

[7] Diriwayatkan oleh Abu Daud dalam Sunan-nya 3/13, Tirmidzi dalam Jami’-nya 5/270, dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya 2/940, dan dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shohihul Jami’: 2633.

[8] catatan: dalam majalah al-furqon footnote ini tertulis nomor 10 (abu mundzir). Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

فَوَيْلُ لِّلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتٰبَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَذَا مِنْ عِندِ اللَّهِ لِيَشْتَرُوا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلاًَ فَوَيْلٌُ لَّهُم مِمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌُ لَّهُم مِمَّا يَكْسِبُونَ {٧٩} سُورة البقرة

Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan. (QS. al-Baqoroh [2]: 79)

Januari 3, 2009 - Posted by | Manhaj

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: