abumundzir’s blog

Akhir Perjalanan Sang Perantau…

Orang asing bukanlah orang yang merantau ke negeri syam atau yaman10424_1134989980379_1396224096_30317980_475262_n

Tapi orang asing (yg hakiki) adalah, orang yg merantau ke kuburnya bersama kain kafan

 

Sungguh si perantau punya hak yang harus dipenuhi

Oleh tuan rumah yang daerahnya sedang dilalui

 

 

Janganlah kau hardik orang asing ketika sedang dalam perantauan

Karena masa telah menghardiknya dengan kehinaan dan banyak cobaan

 

Perantauanku jauh… padahal bekalku tidak mencukupi

Kekuatanku semakin rapuh… sedang mati terus meminta diri

 

Aku tentu punya banyak sisa dosa, yang aku tak mengetahuinya

 

Dosa saat sendiri, maupun saat bersama, tapi Alloh pasti mengetahuinya

 

Betapa sayangnya Alloh padaku… karena telah menangguhkan hukuman-Nya

Bahkan Dia tetap menutupi dosaku… meski aku terus melakukannya

 

Hari-hariku terus berjalan Baca lebih lanjut

November 9, 2009 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Ibuku berdusta kepadaku 8 kali…

Syaikh Mamduh Farhan al-Buhairi

2483303422_be451c7f0a Salah seorang sahabatku mengirimkan ringkasan kisahnya bersama ibunya, dimana kisah itu telah membuatku menangis. Sekarang, kisah tersebut aku persembahkan kepada anda sekalian dengan harapan bermanfaat bagi anda sekalian, dia berkata: kisah ini bermula saat kelahiranku. Aku adalah seorang anak satu-satunya dalam sebuah keluarga yang sangat miskin, kami tidak memiliki makanan yang mencukupi kami. Suatu hari, kami mendapatkan nasi yang bisa kami makan dan bisa mengganjal kelaparan kami. Lalu ibuku memberikan bagian makannya kepadaku. Maka di saat dia mulai memindah nasi dari piringnya ke piringku, dia berkata, ‘Wahai putraku, makanlah nasi ini, aku tidak lapar.’ Inilah dustanya yang pertama.

Di saat aku mulai sedikit besar, saat itu dia baru selesai dari mengurus keperluan rumah, dia pergi menziarahi kerabatnya, dia pun berangan-angan seandainya saja mereka menghidangkan daging untuknya. Pada suatu ketika, dengan karunia Allah, dia berhasil datang dengan membawa dua potong daging setelah kerabatnya menghidangkan untuknya, dan dia tidak memakannya, bahkan dia meletakan kedua potong daging itu di hadapanku. Kemudian aku pun mulai makan potongan pertama sedikit demi sedikit. Sementara ibuku, memakan daging yang tersisa di sekitar tulang. Hatiku pun bergetar karenanya, lalu aku letakkan potongan yang lain di hadapannya agar dia memakannya. Lantas dia kembalikan daging itu di hadapanku dengan segera, seraya berkata, ‘Wahai putraku, makanlah potongan ini juga, tidakkah kamu tahu bahwa aku tidak suka daging?’ Inilah dustanya yang kedua. Baca lebih lanjut

November 9, 2009 Posted by | Kisah | 1 Komentar

Meninjau ulang sholat roghoib di bulan rojab

KAABA12 Bulan rojab termasuk bulan yang mulia, oleh karena itu sebagian kaum musimin ingin sekali mengisinya dengan berbagai ritual yang menurutnya merupakan bentuk ibadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Namun perlu diingat, dalam hal ibadah semangat saja tidaklah cukup, ada hal penting yang turut menentukan diterimanya amalan, yaitu ilmu yang berhubungan dengan ibadah yang dijalaninya. Jika hal ini diabaikan maka amalan yang berat dan banyak menjadi tidak bernilai di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.

Baca lebih lanjut

Juni 19, 2009 Posted by | Fiqih | Tinggalkan komentar

Wanita Masuk Parlemen

Ust. Abu Anisah bin Luqman al-Atsari hafizhahullah

Parlemen_Jerman_1

Parlemen

Para ulama telah sepakat bahwa wanita tidak boleh jadi pemimpin[1] karena jenis kelamin laki-laki adalah syarat untuk memegang jabatan ini.[2] Dalil tentang masalah ini adalah hadits Abu Bakroh radhiyallahu’anhu bahwasanya beliau berkata: “Sungguh Allah telah memberi manfaat kepadaku dengan sebuah kalimat yang aku dengar dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam pada perang jamal, setelah hampir saja aku ikut bergabung dengan pasukan jamal. Ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam mendengar berita bahwa bangsa persia menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada putri Raja Kisro, beliau bersabda:

لَنْ يُفْلِحَ قَوْمٌُ وَلَّوْا أَمْرَهُمْ اِمْرَأَةًَ

“Tidak akan berbahagia suatu kaum yang menyerahkan urusan (kepemimpinan) mereka kepada seorang wanita.” (HR. Al-Bukhari: 4425)

Hal itu dikarenakan pemimpin, presiden,raja atau apapun namanya mesti akan berinteraksi dengan kaum laki-laki, bermusyawarah dengan mereka dalam beberapa perkara, bercampur baur dengan mereka, yang semua ini terlarang bagi kaum wanita. Wanita sifatnya kurang akal secara asal, sampai tidak bisa menikahkan dirinya sendiri (harus dengan wali, Red), maka jangan kepemimpinan diberikan kepadanya. Baca lebih lanjut

April 26, 2009 Posted by | Nisa' | Tinggalkan komentar

Hukum Shalat di Masjid Yang Menghadap Kuburan

Syaikh Mamduh Farhan al-Buhairi

kubur

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam mudah-mudahan tetap tercurah kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam.

Amma ba’du:

Pada makalah ini, kami akan merinci hukum syar’i berkenaan dengan permasalahan shalat di dalam masjid yang kiblatnya menghadap kuburan, atau di depan kiblatnya terdapat pemakaman umum.

Setelah memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, aku ucapkan:

Tidak diragukan lagi bahwa pekuburan atau kuburan hendaknya dijauhkan dari masjid-masjid. Hendaknya masjid itu terpisah dari pekuburan untuk menghindari bahaya syirik, serta berhati-hati terhadap laknat. Hanya saja, permasalahan ini membutuhkan rincian, terutama telah kuketahui bahwa permasalahan ini telah menjadi rancu atas sebagian saudara-saudara kami, para da’i. Dimana kerancuan ini membuat ketergesaan mereka dalam menetapkan hukum sebagai buah tidak adanya pemahaman mereka terhadap masalah ini secara utuh. Baca lebih lanjut

April 26, 2009 Posted by | Fiqih | 1 Komentar

Keindahan dibalik pengharaman makanan

Oleh : Abu Bakar al-Atsari

makanan1

Hidangan Makanan

Allah subhanahu wa ta’ala telah memerintah para utusan-Nya sekaligus menetapkannya bagi umat Islam agar berusaha mengkonsumsi segala sesuatu yang halal dan baik yang diberikan Allah subhanahu wa ta’ala dimuka bumi ini. Hal itu karena makanan dan minuman sangat berpengaruh kepada perkembangan jasad dan rohani seseorang.

Manakala seseorang tidak selektif dalam memilih apa yang masuk ke dalam tubuhnya, maka setan pun akan ikut mengambil bagian bahkan menguasainya.

Oleh sebab itulah Allah subhanahu wa ta’ala mengharamkan beberapa makanan dan minuman atas hamba-Nya. Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan sifat Rosul-Nya Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam:

….dan menghalalkan bagi mer eka segala sesuatu yang baik, dan mengharamkan bagi mereka semua yang buruk.(QS.al-A’rof [7]:157)

Seluruh makanan yang bermanfaat untuk fisik dan mental manusia diperbolehkan untuk dimakan, dan semua konsumsi yang membahayakan tubuh, akal dan mental diharamkan oleh syari’at yang mulia ini. Baca lebih lanjut

April 19, 2009 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Asal-usul kerahiban[1] dalam agama Nasrani

Oleh: ustadz Abu Faiz

church

Agama Nasrani diturunkan Allah kepada Nabi Isa sebelum masa di utus nya Nabi Muhammad. Al-quran menetap kan bahwa Isa bin Maryam adalah seorang nabi dan Rosul yang di utus pada umat sebelumnya dengan membawa kebenaran.

Biara dan kuil termasuk bagian dari perjalanan agama Nasrani . Bangunan ini sekarang digunakan panganut ajaran Nasrani untuk menjauhkan diri dari khalayak, meninggalkan segala kenikmatan dunia, tidak beristri atau bersuami dan sebagainya. Namun bagaimanakah aqidah orang-orang di dalamnya? Benarkah ini bagian dari ajaran Taurat dan Injil? Semoga kisah berikut dapat menjawabnya.

Wallahu’alam

Alkisah

Imam an-Nasa’i meriwayatkan sebuah kisah dari sahabat Ibnu abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya beliau mengatakan : Baca lebih lanjut

April 19, 2009 Posted by | Manhaj | Tinggalkan komentar

Perselisihan adalah rahmat?

Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi

MUS096

Teks Hadist ………’’Perselisihan umat ku adalah rahmat.’’

Hampir tidak ada diantara kita yang tak pernah mendengar hadits ini. Ia sangat dikenal dan di hafal banyak orang. Apakah kemasyhuran ungkapan tersebut berarti kualitasnya bisa di pertanggung jawabkan?

Tulisan berikut mencoba untuk menemukan jawabannya. Semaga Allah menambahkan ilmu yang bermanfaat kepada kita. Amiin. Baca lebih lanjut

April 19, 2009 Posted by | Hadits | 1 Komentar

Rasulullah Tidak Mengetahui Alam Gaib

MOON

Oleh : Ustadz Nur Kholis bin Kurdian

Katakanlah (wahai Muhammad) : Aku tidak kuasa mendatangkan kemanfaatan bagi diriku dan tidak pula kuasa menolak kemadharatan kecuali yang diikehendaki Allah. Dan andaikata aku mengetahui yang gaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemadharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman. (Qs. al-A’raf/7:188).

Penjelasan ayat

Tidak ada yang mengetahui perkara gaib kecuali hanya Allah ta’ala

Termasuk bagian dari dasar-dasar agama Islam adalah mengimani hanya Allah subhanahu wa ta’ala sajalah yang mengetahui perkara gaib. Sedangkan para nabi dan rasul hanya mengetahui sebagian perkara gaib yang telah diberitakan Allah subhanahu wa ta’ala pada mereka.

Dalam ayat di atas, Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan Rasul-Nya shalallahu ‘alaihi wassalam untuk menjawab pertanyaan orang-orang Quraisy atau yang lainnya tentang kapan terjadinya hari kiamat [1], dengan suatu jawaban yang menjelaskan bahwa tidak ada yang mengetahui kepastian waktu terjadinya hari kiamat kecuali Allah subhanahu wa ta’ala. Oleh sebab itu, Beliau shalallahu ‘alaihi wassalam tidak mempunyai pengetahuan yang mutlak atas perkara gaib. Pengetahuan beliau tentang itu terbatas dan tidak mencakup secara keseluruhan. Itu pun tidak terlepas dari wahyu Allah subhanahu wa ta’ala. Baca lebih lanjut

Maret 25, 2009 Posted by | Tafsir | 1 Komentar

Fiqih Menggunakan Tangan Kanan

tangan diatas 2 A. Pendahuluan

Pembahasan yang sederhana, mungkin itu yang terbetik pada benak sebagian orang saat menyaksikan judul di atas. Sungguhpun sederhana, namun, jangan salah, ternyata sebagian orang masih saja keliru menerapkan penggunaan tangannya. Justru, pembahasan materi semacam ini akan kian memantapkan aspek keindahan dan kesempurnaan Islam yang telah dinyatakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu. (Qs al-maidah/5:3)

B. Al-Qur’an memuji golongan kanan

Al-Qur’an sebagai sumber hukum Islam menyebutkan penggolongan manusia di akhirat kelak. Menariknya, ialah penggolongan umat manusia menjadi dua golongan. Pertama, golongan yang menerima buku catatan amalnya dengan tangan kanan. Golongan pertama ini adalah orang-orang baik, taat kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dan memperoleh keselamatan, kebahagiaan, kenikmatan dan keberuntungan di akhirat kelak. Saking gembiranya atas hasil catatannya yang baik, mereka berkemauan memperlihatkannya kepada orang lain. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata : “Ambillah, bacalah kitabku (ini)”. (Qs al-Haqqah/69:19)

Baca lebih lanjut

Maret 25, 2009 Posted by | Fiqih | Tinggalkan komentar